Minggu, 30 Juni 2013
Kemarin (?); kemarin dari kapan(?), jam 6.25, aku
tiba di Terminal Purabaya (nama ini kalah populer sama nama desanya,
“Bungur Asih”, sebagaimana terminal lama [Joyoboyo] juga kalah masyhur
sama “Wonokromo”). Beberapa kawan sudah menunggu di sana. Cak
Awan, si seksi sibuk, dan beberapa kawan yang lain belum datang. Kontak
sana-sini, akhirnya, kami berkumpul di luar terminal. Lalu,
bersama-sama naik bis BL (Cahaya Mandiri) menuju Ngalam.
Inilah
pengalaman pertamaku naik bis bersama penumpang yang seluruhnya
sama-sama gemar sama bis. Di dalamnya, kami bercanda, olok-olokan,
bersenda gurau, tetapi tetap pada “batasan dan rumusan masalah” bis.
Jika berpapasan dengan bis baru, semua melongok dan berkomentar. Di
tengah perjalanan melewati Gempol, seorang kawan berteriak,
“Rekan-rekan, lihat kanan depan”. Kontan beberapa kawan berdiri,
sebagian melongok, “Restu Panda, Adiputro, baru keluar dari karoseri!”.
Atau, “Nah, yang depan itu, Handoyo, karoseri Rahayu Santosa!” Begitulah
celetuk-celetuk yang muncul setiap kami bertemu dengan bis yang
menggugah selera.
Tiba di Waloh (Randu Agung), kami ngumpul. Rombongan dari Jakarta (dengan Blue Star bersasis Mercy 1525) dan Romobngan Jogja (denagn Gege bermesin MB 1521) sudah menunggu. Rombngan semarang masih dalam perjalanan! Restoran besar itu mendadak mirip pasar tumpah.
Langganan:
Posting Komentar
(Atom)
0 komentar:
Posting Komentar